Dua Tahun Pencapaian Kinerja Kepemimpinan Koster-Cok Ace


Berhasil Selesaikan 40 Regulasi Terdiri dari 15 Perda dan 25 Pergub


BM-NEWS.COM |
DENPASAR |
Dalam dua tahun ini, kepemimpian pasangan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubenur Bali   Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace)  yang dilantik   Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 5 September 2018 silam, sampai saat ini telah menghasilkan berbagai kemajuan disegala aspek kehidupan bermasyarakat di Pulau Dewata ini.

Demikian terungkap saat Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace menyampaikan laporan kinerja yang telah selesai selama ini, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar dan dibaca secara daring / online Sabtu (5/9) kemarin.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, visi Pembangunan Daerah Bali yaitu “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU, yang mencakup arah kebijakan dan program lima bidang prioritas.

 “Lima bidang prioritas tersebut termasuk, pertama adalah bidang pangan, sandang, dan papan, kedua, bidang kesehatan dan pendidikan, ketiga, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, keempat,   bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya dan kelima adalah bidang pariwisata. Kelima bidang prioritas itu didukung dengan infrastruktur pembangunan darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi, “papar Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga melaporkan dalam dua tahun ini telah berhasil menyelesaikan 40 peraturan yang terdiri dari 15 Peraturan Daerah (Perda) dan 25 Peraturan Gubernur (Pergub). Keseluruhan peraturan tersebut merupakan landasan hukum untuk meletakkan dasar-dasar dalam rangka menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali.  Jadi norma yang diatur dalam peraturan-peraturan itu bersifat progresif, transformatif, dan inovatif untuk memberikan kepastian dalam mengatur kebijakan lima bidang prioritas tersebut.

“Agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik secara permanen dan berkelanjutan. Jadi tahapan selanjutnya harus kita lakukan sosialisasi, edukasi, dan implementasi agar visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana benar-benar terwujud dalam memasuki Bali Era Baru, ”ujarnya.

Gubernur Bali asal Sembiran Buleng ini juga menyatakan bahwa selama dua tahun kepemimpinanya telah berhasil mencapai kinerja yang menjadi target pelaksanaan program lima bidang prioritas. The best rate performance it in the best is the down the number of people 3,78% dengan peringkat satu kelompok provinsi dengan angka kemiskinan terendah secara nasional.

“Hal ini merupakan prestasi pertama kali melebihi Provinsi DKI Jakarta. Capain kenerja yang menentukan siapa yang menurunkan pengangguran terbuka menjadi 1,21% dengan peringkat satu terendah dalam kelompok provinsi dengan angka kemiskinan secara nasional, ”jelasnya.

Selanjutnya, kata Koster, kepemimpinannya juga mampu mempertahankan Bali sebagai pulau dengan predikat destinasi pariwisata terbaik di dunia versi Trip-Advisor untuk tahun 2020. Kemudian capain   dengan mendapatkan peringkat terbaik secara nasional dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Disusul, peringkat satu dari lima provinsi terbaik nasional dalam pelaksanaan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK) dari KPK RI.

“Khusus bidang adat telah kita wujudkan secara nyata program menyeluruh untuk berdiri, fungsi, tugas, dan kewenangan desa adat. Peraturan, Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Adat beserta peraturan pelaksanaannya. Kemudian mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD Provinsi Bali untuk tiap desa adat sebesar Rp300 juta dengan total alokasi mencapai Rp447,9 miliar untuk 1.493 desa adat, ”tegas Koster.

Tak hanya itu, dibentuk pula Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang secara khusus mengatur desa adat. Sejalan dengan hal itu, juga telah dibangun dan diresmikan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Juga sedang dibangun Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Gianyar, serta Kota Denpasar.

“Pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten / Kota se-Bali menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali dengan dana yang dihimpun dari CSR. Kecuali Kabupaten Gianyar menggunakan dana APBD. Pembangunan ini akan selesai pada bulan Desember 2020. Untuk Kabupaten Badung dan Klungkung akan dibangun tahun 2021, ”tambahnya.

Gubernur Koster yang juga dikenal sebagai Ketua DPD PDI Provinsi Bali ini, juga mengakui telah dicapainya pembangunan dalam berbagai bidang, antara lain, produksi dan omset penjualan produk busana adat Bali yang merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali.

“Disusul juga capaian berkurangnya sampah plastik sekali pakai mencapai 90% pada pasar modern, hotel, serta restoran, dan 35% pada pasar tradisional. Hal ini merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, ”kata Koster.

Ia juga   menyatakan bahwa tak kalah penting adalah keberpihakan nyata pada kearifan lokal, yaitu mulai menggeliat usaha destilasi arak Bali sebagai buah penerapan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan / atau Destilasi Khas Bali. Hal tersebut, ia sebut sebagai kado istimewa kepada kaum Marhaen petani arak Bali.

Keberhasilan Dibidang Infrastruktur

Gubernur Koster juga menyampaikam keberhasilanya dibidang fisik dengan rapor baru untuk memenuhi impian dan harapan krama Bali dalam program pembangunan infrastruktur. Pertama telah selesai pembangunan jalan pintas ruas jalan Singaraja - Mengwitani titik 3, 4, 5, dan 6, dan nyata  pada titik 7, 8, 9, dan 10. Pembebasan lahan bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp. 193,5 miliar. Sedangkan pembangunan konstruksi jalan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp968 miliar.

“Jadi kedua, telah dimulai juga pembangunan pelabuhan segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan yang akan selesai pada 2021. Pembangunan menggunakan dana dari APBN Kementerian Perhubungan dengan Pagu Anggaran Rp450 miliar,” jelasnya.

Selanjutnya kata Koster, ketiga telah dimulai tahapan pelaksanakan Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih, yang meliputi pembangunan gedung parkir dan penataan kawasan Bencingah. Pembangunan dengan total anggaran Rp900 miliar dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp400 miliar dan APBN Kementerian PUPR Rp500 miliar.

“Keempat, kita telah memulai tahapan pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung. Tahun 2020 ini dimulai program normalisasi Tukad Unda, mulai dari lahan, dan penyusunan desain. Sumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, dan APBN Kementerian PUPR.  Kelima Telah mulai pelaksanaan pengembangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021. Sumber daya dari APBN Kementerian PUPR, “sambungnya.

Melihat dari capian tersebut, menurutnya patut disyukuri karena  di tengah- tengah masa pandemi COVID-19, infrastruktur pembangunan yang membutuhkan dana besar dari APBN dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana. Hal ini terwujud berkat perhatian dan dukungan kuat. Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Hal penting yang perlu dilakukan untuk menangani penanganan penanganan COVID-19, Pemerintah Pusat, pengendalian angka kasus baru, peningkatan angka kesembuhan, dan pengendalian angka kematian,” katanya.

Tambah Koster, jadi total program penanganan COVID-19 dialokasikan anggaran Rp756 miliar pada APBD Semesta Berencana Provinsi Bali untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak terhadap ekonomi, dan masyarakat.

“Hal ini sangat memuaskan kita semua, bahwa Bali menjadi percontohan dalam penanganan COVID-19 dengan memberdayakan desa adat melalui pemesanan SATGAS Gotong-Royong yang bersinergi dengan relawan desa / kelurahan, aparat TNI, dan Polri,” paparnya.

Sedangkan dalam rangka penanganan penanganan COVID-19 Pemerintah Provinsi telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 yang ditindak lanjuti dengan keluarnya Peraturan Walikota dan Peraturan Bupati se-Bali sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 Tahun 2020.

Dengan peraturan berlakunya tersebut, Gubernur Koster menghimbau agar masyarakat tertib dan melaksanakan protokol kesehatan dengan mentaati peraturan tersebut. Hal tersebut sangat penting mengingat kasus baru positif COVID-19 terus meningkat beberapa waktu belakangan ini.

Gubernur Koster juga menyampaikan pernyataan itu, baik dari sisi desa adat, pelindungan Kawasan Suci Besakih, Pusat Kebudayaan Bali, pembangunan infrastruktur jalan pintas Singaraja - Mengwitani, serta pembangunan pelabuhan segitiga Sanur - Nusa Penida - Nusa Ceningan pada abad ke-21 ini , kebangkitan untuk kebangkitan kembali dan kesinambungan kejayaan peradaban Bali sebagai Padma Bhuwana, dari era Kerajaan Bali Kuno dengan Raja Udayana abad ke-11, dan era Kerajaan Gelgel dengan Raja Dalem Waturenggong abad ke- 15.

“Kami menyadari bahwa fakta bahwa seluruh fakta tersebut adalah berkat doa restu, dukungan, dan Partisipasi dari seluruh komponen masyarakat. Untuk itu pada momen yang penting ini, kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju, ”pintanya.

Gubernur Koster juga menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada DPRD Provinsi Bali, aparatur Pemerintahan Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Bupati / Walikota, Camat, Kepala Desa / Lurah dan Bandesa Adat se-Bali, serta seluruh komponen masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung pemerintah dalam mewujudkan tersebut.

“Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada para pihak yang telah memberi saran konstruktif maupun kritik sebagai tambahan energi. Kritik keras dan pedas yang disampaikan melalui media sosial, Titiang pandang sebagai kepedulian dan tanggung jawab para pihak dalam pembangunan Bali yang titiang pimpin, ”ungkapnya.

Wayan Koster bersama Tjok Oka Sukawati mengakui ngayah wawu dua tahun, siap ngayah secara total, lascarya niskala-sakala, untuk memimpin pembangunan Bali, melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus, tulus, dan lurus.

Selanjutnya, titiang tetap mengajak semeton krama Bali sareng sami untuk berpartisipasi aktif, bergerak solid, demi menyukseskan vis Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk memasuki Bali Era Baru, ”pungkasnya menghentikan laporanya.

Acara yang juga dihadiri oleh Bupati / Wali Kota se-Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bali, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Bali, dilakukan penyerahan piagam pengharagaan   kepada para atlet Bali yang meraih penghargaan dalam ajang Sea Games 2019 lalu. Penyerahan tersebut juga turut disaksikan oleh Ny. Putri Suastini Koster dan Ny. Putri Hariyani Ardhana Sukawati. (*** tra).


0 Comments

Leave a comment

Kode Acak