Info Bali Seputar Dialog, Dukung KTT, Pramuka dan Pariwisata

Ketua TP PKK Pada Dialog Interaktif di Studio TVRI Bali

BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Ketua TP PKK Prov Bali Ny. Putri Koster tidak pernah bosan dan Lelah mensosialisasikan tentang Kesehatan terutama bahaya stunting pada masyarakat. Tak terkecuali saat berkesempatan menjadi narasumber Bersama dengan Kepala Perwakilan BKKBN Ni Luh Gede Sukardiasih dalam Dialog Interaktif dengan tema Cegah Stunting Melalui Pola Asuh di Studio TVRI Bali, Denpasar Rabu, Buda Umanis Tambir (3/8). 


Dalam kesempatan tersebut, Wanita yang akrab disapa Bunda Putri mengatakan meskipun Provinsi Bali mempunyai tingkat stunting terendah secara nasional, yaitu 10,9% dari 24,4%, namun kita tetap harus waspada.

“Bicara stunting adalah tentang masa depan anak-anak dan bangsa. Karena tanggung jawab kita Bersama juga mencetak generasi penerus untuk bangsa dan negara,” demikian disampaikannya Bunda Putri Koster pada kesempatan tersebut. 

Melihat angka yang cukup kecil di atas, Ny. Putri Koster juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali yang telah mempunyai kesadaran tinggi tentang Kesehatan sejak dini. Karena menurutnya stunting tidak hanya dipengaruhi oleh tumbuh kembang anak semata, namun juga dari gaya hidup calon ibu.

 “Jadi dari remaja, calon ibu juga sudah harus benar-benar menjaga Kesehatan agar bisa melahirkan penerus yang sehat juga,” imbuhnya.


Ia juga mengatakan bagaimana menumbuhkan kesadaran calon ibu untuk merawat kesehatan tubuhnya sejak dini, agar saat menikah dan hamil nantinya terbebas dari ancaman Kekurangan Energi Kronis (KEK).

KEK ini bisa terjadinya akibat pola makan yang tidak teratur bahkan bisa juga akibat konsumsi obat-obatan diet yang terlalu aktif.

 “Saya sebagai ibu dari Masyarakat Bali tidak akan pernah lelah untuk meminta kepada semua remaja putri mulai menjaga pola makan, pola tidur atau istirahat yang cukup sekaligus meminimalisir penggunaan gadget," ungkapnya.

Dikatakan Bunda Putri, stunting atau gagal tumbuh kembang anak tidak hanya terjadi saat dalam kandungan yang diakibatkan oleh kurangnya asupan bergizi ibu saat hamil atau kekurangan energi kronis (KEK) saat hamil. Namun seperti yang kita ketahui bersama bahwa stunting atau gagal tumbuh kembang anak harus dicegah saat 1000 hari pertama bayi tersebut dilahirkan. 

“Pemenuhan gizi saat bayi sudah dilahirkan (terutama 1000 hari pertamanya) juga menjadi peran penting dalam menentukan dan membantu tumbuh kembang bayi yang maksimal”, ungkapnya

Ia pun menambahkan, bahwa masalah stunting adalah masalah Bersama dan perlu dukungan semua pijak, terutama anggota PKK yang juga merupakan ujung tombak karena bisa menyentuh lapisan masyarakat terkecil yaitu keluarga. 

“Untuk itu saya minta TP PKK tingkat desa hingga kader-kader untuk terus bersinergi dengan Pmerintah dan Kepala Desa dalam upaya sosialisasi pencegahan stunting,” tutupnya seraya menjelaskan selain sosialisasi TP PKK Provinsi Bali juga mempunyai program aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat dengan memberikan bantuan baik kepada ibu hamil dan balita untuk mencegah stunting.

Sementara Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih juga setuju dengan Ny. Putri Koster bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya ada di satu level saja, tetapi semua level dari muara ke hilir harus bergerak bersama. Semua stakeholder harus berbuat sesuai kewenangan masing-masing.

"Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yg dialami ibu hamil  maupun anak balita," jelasnya.

Ia mengatakan intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting adalah perlunya dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dari anak balita, seperti pola pengasuhan yang  baik,  pengetahuan Ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan serta setelah melahirkan.

"Di samping itu, kita tekankan juga  pentingnya Komunikasi, Informasi dan Edukasi khususnya kepada remaja sebagai calon  pasangan suami istri yang nantinya memasuki fase pernikahan agar sebelumnya memeriksakan diri dan memastikan diri sudah dalam keadaan siap dan sehat. Sehingga nantinya bisa melahirkan generasi yang sehat secara kognitif dan fisik," pungkas Kepala BKKBN. (Mul/tra) .

Wagub Buka Official IOH 5G Launching Dukung KTT ke-17 G20

BM-NEWS.COM ll BADUNG l  Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya membuka Official Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) 5G Launching in Bali to Support G20 powered by Huawei di BNDCC Nusa Dua, Rabu (Buda Umanis, Tambir), 3 Agustus 2022 

Ia mengatakan bahwa informasi merupakan bahan baku utama dalam mengeksekusi keputusan, sehingga orang bijak pun mengatakan bahwa hanya orang yang menguasai informasi yang akan menang dalam persaingan dan pertarungan.

“Jika di Bali dulu penyampaian informasi hanya melalui kentongan yang cakupannya hanya dalam banjar atau desa. Namun saat ini melalui teknologi kita dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat, tidak hanya dalam narasi namun juga dalam bentuk video dan kualitasnya pun makin lama makin baik,” ujar Cok Ace

Cok Ace menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat konsen terkait kemajuan teknologi digital, salah satunya adalah melalui program digitalisasi hingga ke pelosok desa dengan pemasangan wifi gratis sebanyak 1493 spot wifi di seluruh Bali. "Tujuannya agar seluruh informasi dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat untuk mewujudkan Bali terintegrasi digital," tambahnya.

Pelaksanaan Presidensi G20 di Bali menurut Cok Ace memberikan dampak yang sangat signifikan dalam pembangunan infrastruktur di Bali salah satunya adanya pembangunan teknologi informasi di Bali. "Pemerintah Provinsi Bali merasa sangat bersyukur karena mendapat prioritas pertama dalam mendapatkan layanan 5G di Indonesia," ucap Cok Ace.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sandiaga Uno dalam sambutan virtualnya menyampaikan bahwa dengan adanya layanan 5G untuk mendukung pelaksanaan Presidensi G20 di Bali, tentunya akan memberikan  layanan terbaik bagi pemimpin negara dan delegasi G20. Sandiaga Uno berharap layanan 5G ini juga dapat mencakup destinasi-destinasi wisata di Bali.

Selain itu, Wayan Toni Supriyanto, Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo RI juga menyampaikan bahwa untuk mendukung penyelenggaraan KTT ke-17 G20 dibutuhkan pengadopsian berbagai solusi teknologi termutakhir. Salah satu solusi yaitu adalah penyediaan layanan 5G. 

"Sebagai masa depan teknologi nirkabel 5G akan dapat menopang pendapatan konsumen sektor informatika hingga 31 Triliun USD," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan MOU antara IOH dengan universitas di Bali dan BPD Bali. (Kar/tra).

Bulan Bakti, Pramuka Wajib Aktif Gerakan Pemulihan Indonesia

BM-NEWS.COM ll DENPASAR  lMenghadapi Pandemi Covid-19, pada 12 Agustus 2020, pada peringatan Hari Pramuka ke-59, Presiden RI Selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka atau Pramuka Utama telah menugaskan agar Gerakan Pramuka melaksanakan Gerakan Kedisiplinan Nasional dan Gerakan Kepedulian Nasional.

Demikian disampaikan Kepala Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Bali Kak Made Rentin, saat ditemui di Denpasar pada Senin (1/8). 

Ia mengatakan kedua gerakan tersebut telah diimplementasikan oleh seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Indonesia, melalui berbagai bentuk kegiatan bakti yang dilakukan oleh anggota Gerakan Pramuka, tanpa kenal lelah, tanpa henti, dan tanpa pamrih. 

"Untuk itu, Presiden selaku Pramuka Utama/Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka memberikan apresiasi dan pernghargaan atas darmabakti yang telah diberikan oleh Gerakan Pramuka bersama segenap dan seluruh anggotanya dalam uaya membantu pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi pandemi Covid-19," ujar Rentin.

Karena itu pula, kata Rentin, Kwartir Nasional telah menetapkan Bulan Agustus sebagai Bulan Bakti Pramuka melalui Surat Keputusan Nomor 094 Tahun 2021, tanggal 15 Juli 2021.

"Pelaksanaan Bulan Bakti Pramuka telah berlangsung secara massif di jajaran Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang di Indonesia, melalui berbagai bentuk kegiatan aksi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing," tegasnya.

Lebih lanjut, Kak Made Rentin mengatakan bahwa Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini, Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2021 telah mendapat tugas tambahan dari Presiden RI Selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka/Pramuka Utama, yang disampaikan pada Apel Besar peringatan Hari Pramuka ke-60.

"Sebagai kelanjutan dari Bulan Bakti Pramuka tahun 2021, telah digagas suatu gerakan bersama dari segenap dan seluruh anggota Gerakan Pramuka di Indonesia untuk menjalankan janji baktinya kepada negara dan bangsa secara nyata, terutama ikut serta aktif dalam menanggulangi pandemi Covid-19 dan dampaknya," jelasnya lagi.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pemulihan Indonesia pada tahun 2022 perlu dilanjutkan dan dikelola secara lebih baik dengan melibatkan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka. 

"Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan dan memperluas peran serta dan kontribusi anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia dalam membantu mewujudkan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang lebih baik lagi, terutama untuk memasuki 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045 mendatang," ungkapnya.

Untuk itu, terang Kak Rentin bahwa Bulan Bakti Pramuka dilaksanakan mulai tanggal 1 – 31 Agustus 2022. Kegiatan-kegiatan Bulan Bakti Pramuka dalam rangka Gerakan Pemulihan Indonesia dilaksanakan tersebar di seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Indonesia "Beberapa agenda kegiatan tersebut antara lain Pelaksanaan kegiatan Donor Darah, 

Kegiatan penanaman pohon buah dilakukan oleh peserta Jamnas XI di lahan Buperta Cibubur Jakarta, Kegiatan Pramuka Berwirausaha, Kegiatan Pramuka Mengajar, Kegiatan Pramuka Berbagi dan Kegiatan Pramuka Menolong," katanya.

Tambah kak Rentin, termasuk Kegiatan operasi bibir sumbing dan katarak tanggal 14 Agustus 2022, Renovasi rumah dan jambanisasi bagi keluarga prasejahtera mulai taggal 1 Agustus 2022, Pengumpulan Donasi untuk Pohon, Penjadwalan di tingkat Kwarda sampai dengan Gudep dibuat oleh masing-masing jajaran. 

"Sedangkan untuk kegiatan yang dilakukan serentak secara nasional, menggunakan jadwal di tingkat Kwarnas, yaitu: Pencanangan Bulan Bakti Pramuka, tanggal 31 Juli 2022 jam 14.00 WIB.

Streaming melalui channel YouTube Kwartir Nasional dan Abdimas Kwarnas; Donor darah tanggal 9 Agustus 2022 jam 09.00 WIB - selesai dan Penanaman pohon tanggal 14 Agustus 2022 jam 15.00 WIB - selesai," paparnya.

Dikatakan peserta yang mengikuti pelaksanaan Bulan Bakti Pramuka Tahun 2022 secara aktif akan diberikan apresiasi, antara lain berupa Piagam Penghargaan, Tanda Ikut Gotong Royong, Tanda Duta Perubahan Perilaku, TKK yang relevan oleh Pembina Gudep (surat keterangan dari Kwarcab/Kwarda) dan Hadiah lainnya untuk kegiatan yang bersifat kompetisi. (tutt/tra).

Wagub Jabarkan Pembangunan Bali Wujud Sustainable Pariwisata

BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati menjabarkan sejumlah pembangunan prioritas yang sedang dikerjakan oleh pemerintah provinsi Bali di masa jabatan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang sudah masuk ke tahun ke-4 ini. 


Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat didaulat sebagai narasumber dalam kuliah umum di Universitas Mahasaraswati Denpasar yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Mahasaraswati, Buda Umanis Wuku Tambir (3/8).

Ia mengatakan untuk mendukung sekaligus membangkitkan pemulihan ekonomi di Bali khususnya pasca pandemi Covid-19, pemerintah provinsi Bali dengan visinya “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mengandung makna

“Menjaga Kesucian dan Keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno.

Tambahnya, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  alam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan  erintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

"Dan terus menggenjot pemulihan perekonomian melalui upaya-upaya keterlibatan masyarakat secara langsung, salah satunya dengan membangkitkan dan melestarikan penggunaan kain tenun tradisional Bali yang diatur dalam Surat edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021," terangnya lagi.

Selain itu, kata Wagub, pembangunan yang bertujuan untuk menyeimbangkan perputaran ekonomi se-Bali juga sedang gencar dilakukan yakni pembangunan segitiga pelabuhan penyeberangan Sanur (Denpasar) – Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Muncul (Nusa Penida). 

"Penataan Pura Besakih terutama terkait tempat parkir, pengelolaan toilet dan pedagang kaki lima serta pengaturan yang nantinya akan dibatasi wilayah kunjungan wisatawan agar tidak masuk ke areal pura,'"ungkapnya.

Ia juga menjelaskan termasuk Pembangunan Benoa Cruise Terminal yang nantinya ditujukan untuk mempermudah pintu masuk perariran bagi wisatawan khususnya mereka yang berlayar dengan kapal pesiar. "Pembangunan Bendungan Sidan dan Bendungan Tamblang, Pembangunan Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, pembangunan Shotcut Mengwi – Gilimanuk, Pembangunan Shotcut Denpasar– Buleleng dan Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali," tegasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, “pembangunan Bali secara nyata ini, nantinya tentu akan membuka lapangan pekerjaan bagi generasi Bali. Oleh sebab itu mari bekali anak-anak kita dengan ilmu dan dipondasi oleh bahasa inggris, sehingga nantinya akan mampu bersaing dengan siapa saja.

"Jangan sampai kita membiarkan anak-anak kita khususnya generasi yang sedang bertumbuh dan berkembang untuk membuang waktu bahkan membuang kesempatan yang ada," katanya.

Dikatakan karena pendemi Covid-19 ini sudah mengajarkan semua pihak betapa beratnya persaingan hidup tanpa berbekal keahlian, kemampuan dan ilmu pengetahuan. 

"Budayakan keseimbangan antara cara berpikir otak (logika) dengan perasaan, karena kepintaran dalam pendidikan tidak akan mampu menjamin tumbuhnya keseimbangan hidup tanpa dibarengi oleh keterlibatan hati nurani (perasaan)”, ungkap Cok Ace.

Cok Ace juga mengatakan Bali yang 54% nya ditopang oleh sektor pariwisata menjadikan pandemi Covid-19 sebagai klimaks atau titik balik untuk semua belajar berpikir secara holistik, dimana semua manusia yang ada di atas bumi pertiwi harus ingat terhadap sang langit sebagai ayah dari kehidupan, dimana harus adanya keseimbangan antara kehidupan skala dan niskala. 

"Kita harus mampu menjaga alam semesta jika kita ingin selamat hidup diatas bumi, karena bagaimanapun keadaan bumi kitalah yang akan menikmatinya. Jadi apabila ingin mendapatkan kehidupan yang baik dan layak, maka kita jaga bumi pertiwi agar tetap hijau, tetap subur agar mampu memberikan udara yang sejuk untuk kita bernafas," Arahannya.

Dalam kuliah umum yang mengangkat tema “Sustainable Pariwisata” oleh Prof. Tjok Oka Sukawati diharapkan mampu memberikan wawasan anyar yang sudah tertuang dalam ulasannya.

 Diingatkannya lagi, bahwa Bali yang sudah terbagi sesuai letak arah dan fungsinya harus mampu bangkit dan berkembang dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah tersebut.

"Dan harus tetap berkembang melalui pariwisata budayanya. Karena Bali yang dikenal unik dengan budaya ketimurannya yang sangat toleransi dalam hidup berdampingan, harus mampu mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan mengimbangi teknologi didalamnya," ucapnya lagi.

Rektor Universitas mahasaraswati Denpasar I Made Sukamerta, M.Pd secara pribadi dan mewakili lembaga mengucapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kuliah umum yang langsung dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, yang memang di ketahui bersama bahwa beliau juga menjabat sebagai akademisi yang memiliki kemampuan luar biasa. (Tutt/tra).

0 Comments

Leave a comment

Kode Acak