Info Bali Terbaru Aksi Sosial Bunda Putri dan Koperasi

Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” TP PKK Bali di Tabanan 

DENPASAR ll BM-NEWS.COM l Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melaksanakan kegiatan aksi sosial 'Menyapa dan Berbagi' .

Aksi sosial dilaksanakan di dua lokasi yaitu Aula Kantor Camat Kerambitan dan Bale Banjar Serampingan Kaja, Desa Megati, Kec Selemadeg Timur Tabanan, Rabu (Buda Kliwon Gumbreg), (30/11).


Di masing-masing lokasi, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan 1 ton beras kepada 50 orang yang terdiri dari lansia, ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), penyandang disabilitas, kader PKK dan balita kurang gizi. 

Selain beras, mereka juga memperoleh 1 krat telor dan susu formula dengan jumlah variatif.  Balita kurang gizi atau gizi buruk mendapat 8 kotak susu,  sedangkan lansia, ibu hamil KEK, penyandang disabilitas dan kader PKK masing-masing mendapat 2 kotak susu.  

TP PKK juga bersinergi dengan sejumlah OPD yang turun menyalurkan bantuan. Di masing-masing lokasi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyerahkan 10 dus makanan tambahan bagi balita, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup membantu 100 bibit tanaman yang terdiri dari cempaka,durian manggis alpukat.

 Sedangkan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan menyalurkan 500 bibit cabai. TP PKK Provinsi Bali juga menggandeng RS Mata Bali Mandara untuk pelayanan pemeriksaan mata serta pembagian kacamata gratis sebanyak 150 buah. 

Ny. Putri Koster dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan TP PKK Bali, dengan sasaran seluruh kabupaten/kota. "Ini kegiatan rutin, kita turun keliling ke seluruh kabupaten/kota. Di setiap kabupaten/kota kita menyasar dua kecamatan," katanya.



Ditambahkannya, kegiatan ini bertujuan menyapa dan berbagi dengan masyarakat pasca melandainya pandemi Covid-19. Melalui kegiatan ini, ia ingin memastikan krama Bali dalam keadaan sehat. Dalam setiap aksi sosial, TP PKK Bali memberikan bantuan berupa kebutuhan yang paling dasar seperti beras, telor dan susu. 

"Saya berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat bagi warga sasaran yaitu lansia, ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), penyandang disabilitas, kader PKK dan balita kurang gizi. Saya juga mengingatkan pentingnya asupan makanan dan gizi yang cukup bagi ibu di masa kehamilan untuk mencegah stunting pada anak yang dilahirkan," ucapnya.

Menurutnya, Bali memang menyisakan angka stunting yang relatif kecil. Namun demikian, TP PKK Bali tetap berkomitmen memberi perhatian agar angka stunting berhasil dituntaskan. Bicara soal stunting, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali ini mengingatkan pentingnya upaya menjaga kesehatan calon ibu sejak remaja.

 “Orang tua yang punya anak gadis remaja, perhatikan pola makan dan juga istirahatnya karena kelak itu akan berpengaruh pada masa kehamilan. Harus diingat, pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan memberi perhatian pada tumbuh kembang anak ketika sudah lahir. Perhatian harus diberikan jauh-jauh hari, mulai dari persiapan kehamilan,”ucapnya.




Masih dalam arahannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini juga mendorong penguatan program Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman atau yang dikenal dengan HATINYA PKK.

Ia berharap, kader PKK menggerakkan keluarga agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang menjadi kebutuhan dapur seperti cabai, sayur mayur dan tanaman lain yang tak memerlukan media tanam luas. 

“Bantuan bibit cabai harus dirawat dengan baik. Saat waktunya tiba, saya ingin mendengar kabar kalau tanaman cabai yang diserahkan hari ini, tumbuh dengan baik dan hasilnya bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” urainya. 

 Masih terkait pemanfaatan pekarangan rumah, pendamping orang nomor satu di Bali ini minta Pemerintah Kabupaten/Kota bersinergi dengan TP PKK mendorong budidaya tanaman bunga yang menjadi maskot daerah masing-masing. “Tabanan ini kan maskotnya bunga sandat. Adakan riset pembuatan produk bernilai ekonomis berbahan dasar sandat. 

"Saya yakin, dengan aroma harum yang dimiliki, sandat bisa diolah menjadi ragam jenis produk seperti parfum, tonik rambut dan lainnya,” paparnya. Bila potensi ini bisa ini bisa digarap, sandat tak hanya berhenti hanya pada maskot, tapi mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Tabanan. 


“Semua kabupaten/kota dengan bunga maskot masing-masing saya harapkan melakukan hal serupa. Jika berhasil, selain menjadikan Bali beraroma wangi, ini juga akan mendatangkan manfaat ekonomi dan mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya. 

Selanjutnya, Putri Koster juga menyinggung tentang pentingnya program pengelolaan sampah berbasis sumber. Untuk menyukseskan program ini, ia mendorong kader PKK untuk menggerakkan masyarakat agar mengolah sampah mulai dari tingkat rumah tangga.

"Saya menginformasikan bahwa dalam kegiatan aksi sosial ini, TP PKK Bali bersinergi dengan sejumlah OPD Pemprov dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). 

Sinergi ini sangat penting untuk mengefektifkan pelaksanaan program yang dimiliki masing-masing lembaga. Kalau jalan sendiri-sendiri, tidak efektif dan efisien,” pungkasnya. 

Kegiatan aksi sosial di dua lokasi itu dihadiri Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gede Anom, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup I Made Teja, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan I Wayan Sunada, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina. 


Selain itu, kegiatan aksi sosial juga dihadiri Ketua TP PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.(dsk/tra).

Ny  Putri Koster; Tingkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Koperasi

DENPASAR ll BM-NEWS.COM lKetua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster sebagai Narasumber BAHTERA "Bahagia dan Sejahtera", tema : "Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Koperasi". Koperasi yang memiliki asas gotong royong dan kekeluargaan memiliki sejumlah fungsi dalam mewadahi kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitarnyadi TVRI Bali, Rabu (30/11).


Menurutnya, koperasi dengan dua (2) asasnya, yakni kekeluargaan dimana mengharuskan setiap anggota koperasi memiliki kesadaran untuk melakukan yang terbaik di setiap kegiatan koperasi, dan hal-hal yang dianggap berguna untuk semua anggota dalam koperasi tersebut.

"Sedangkan asas gotong royong dalam koperasi mengamanahkan kepada anggota koperasi untuk menjalankan perekonomian rakyat secara bersama atau berkelompok membentuk suatu badan usaha, dengan cara mengelola modal bersama-sama," ulasnya.

Ny. Putri Koster menggandeng Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali untuk mengajak seluruh masyarakat Bali yang memiliki potensi lokal dalam memproduksi kerajinan tangannya untuk bergabung membentuk koperasi secara sadar dan bekerjasama mewujudkan asas yang berkeadilan dan pemerataan. 

"Hal ini dimaksudkan bahwa setiap orang yang tergabung dalam kelompok kemudian membentuk koperasi sebagai wadah untuk menampung hasil karya atau produksi yang dihasilkan,"tegas.


Dikatakan selain itu bahan-bahan produksi untuk kerajinannya juga disiapkan (hanya ditemukan/ dijual) oleh koperasi itu sendiri, sehingga perputaran ekonomi akan jelas dan mencontohkan produksi tenun. Jadi koperasi menyiapkan benang atau bahan kain tenun yang dijual dengan harga standar. 

"Kemudian apabila benang ini sudah dirajut menjadi kain tradisional tenun maka koperasi tersebutlah yang akan menampung (membeli dari penenun yang juga termasuk menjadi anggota) dan kemudian menjualnya kembali kepada masyarakat," tegasnya. 

Ny. Putri Koster menambahkan bahwa pengelolaan management koperasi ini harus jujur, telaten dan berkeadilan agar tidak ada usaha pribadi di dalam koperasi. "Bahan-bahan yang disiapkan juga bersifat standar dan kain tradisional yang dijual juga akan standar, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi.

Semua akan disesuaikan dengan harga bahan baku. Produksi kain juga tidak akan stagnan atau terhenti dalam waktu yang sangat lama lantaran menunggu hasil tenunan laku dulu," imbuhnya.

Selain kain tenun tradisional endek, Ny. Putri Koster juga memiliki keinginan untuk memasukan kewajiban menggunakan/ menyelipkan bunga kasna (edelweis) di setiap pembuatan canang untuk kepentingan upakara. 


"Bunga kasna adalah bunga abadi yang hanya bisa kita temui di lereng gunung agung saja, sehingga bunga kasna memiliki nilai yang lebih untuk diisi di atas canang. Bahkan terlebih bunga kasna dari jaman dahulu memang menjadi bunga wajib diisi diantara bunga-bunga lain dalam canang apabila hari raya galungan dan Kuningan tiba. 

"Nah saya inginkan bunga kasna ini bisa digunakan setiap hari saat membuat canang, sehingga petani bunga kasna dapat menggeliat kembali dan harga jualnya tidak mengalami pasang surut, melainkan akan tetap stabil, karena sudah dikelola oleh koperasi setempat," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Wayan Ekadina mengatakan anggota memegang peranan penting dalam bidang pemasaran, namun apabila mereka belum maksimal dalam melakukan promosinya, maka koperasi yang berperan untuk melatih dan mengelola pemasaran dari produk anggotanya, yang kemudian dipasarkan melalui E-Katalog. 

Pihaknya menjelaskan bahwa pemerintah juga menyerap hasil produksi lokal yang dihasilkan oleh anggota koperasi yang kemudian di masukkan ke dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), yang merupakan unit layanan penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/ jasa.


 "Nah dari LPSE ini nantinya koperasi akan memasarkan komoditi produk lokal yang produksi oleh anggota koperasi tersebut, dan konsumen juga dapat memilih produk kerajinan yang diinginkan tanpa harus menunggu untuk datang ke toko dan bertatap muka dengan penjualnya.

Disini masyarakat juga harus memiliki rasa 'jengah' dan komitmen yang harus digerakkan, agar perputaran ekonomi dalam koperasi yang sedang dikelola akan tetap sehat dan bermanfaat secara maksimal baik untuk anggota dan masyarakat sekitarnya. Sehingga koperasi akan mampu mensejahterakan anggotanya," ungkap Kadis.

Dikatakan dengan terbentuknya sebuah koperasi di tengah masyarakat, maka secara tidak langsung akan mampu membangkitkan potensi lokal, anggota dan masyarakat sekitarnya yang berperan sebagai wadah perputaran ekonomi kreatif,.

"Karena semua orang bisa menjadi anggota koperasi dan semua memiliki peluang dalam membangun ekonomi melalui koperasi yang ada, namun harus memiliki komitmen, konsistensi dan dilakukan secara berkelanjutan (continue)," paparnya.

 Dijelaskan secara detail oleh Kadis Koperasi dan UKM Wayan Ekadina bahwa berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012, bahwa koperasi memiliki beberapa jenis berdasarkan fungsinya.

Koperasi Konsumen dimana koperasi ini diperuntukkan bagi konsumen barang dan jasa. Biasanya mereka menjual berbagai kebutuhan harian seperti kelontong atau alat tulis sehingga sekilas tampak seperti tampak seperti toko biasa.,"katanya.

Bedanya, kata Kadis, keuntungan yang didapat dari penjualan akan dibagikan kepada anggotanya. Selain itu, karena biasanya yang membeli dari koperasi konsumen adalah anggotanya juga, maka harga barangnya cenderung lebih murah dari toko biasa.

Koperasi Produsen adalah koperasi  yang diperuntukkan bagi produsen barang dan jasa. "Koperasi ini menjual barang produksi anggotanya, misalnya koperasi peternak sapi perah menjual susu sedangkan koperasi peternak lebah menjual madu. Dengan bergabung dalam koperasi, para produsen bisa mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah dan menjual hasil produksinya dengan harga layak," ungkapnya.

Tambahnya, Koperasi Jasa yakni koperasi jasa hampir sama seperti koperasi konsumen, tetapi yang disediakan oleh koperasi ini adalah kegiatan jasa atau pelayanan bagi anggotanya. Misalnya saja, koperasi jasa angkutan atau koperasi jasa asuransi.

"Koperasi Simpan Pinjam adalah operasi simpan pinjam memberikan pinjaman kepada anggotanya. Koperasi ini bertujuan untuk membantu anggotanya yang membutuhkan uang dalam jangka pendek dengan syarat yang mudah dan bunga yang rendah,"tambahnya.

Dikatakan, Koperasi Serba Usaha adalah koperasi  yang menyediakan beberapa layanan sekaligus. Misalnya, selain menjual barang kebutuhan konsumen, koperasi tersebut juga menyediakan jasa simpan pinjam. Koperasi seperti ini disebut sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU).

"Bahwa fungsi pertama dari koperasi adalah membangun sekaligus mengembangkan potensi dan kemampuan anggotanya secara khususnya dan masyarakat secara umum. Sekaligus untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi rakyat," pungkasnya. (Tutt/Tra).


0 Comments

Leave a comment

Kode Acak