Info Terkini Seputar Prokes, Covid-19, Vaksinasi dan Isoter

 Tim Yustisi Denpasar Terus Gencarkan  Prokes PPKM Level 3


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Dalam upaya menekan penularan covid 19 Tim Yustisi Kota Denpasar terus gencar

menggelar penertiban protokol  kesehatan di beberapa faslitas publik dan Pasar Tumpah di Kota Denpasar Minggu (19/9).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penertiban protokol kesehatan dalam pelaksanan PPKM Level 3 

berlangsung beberapa tempat diantaranya di Pasar Tumpah yang ada di Jalan Gunung Kawi, Pasar Tumpah Pula Kerthi, Pasar Tumpah Jalan  Rijasa Dan Pasar Tumpah Jalan kartini. 

Dalam penertiban itu Sayoga mengaku Tim Yustisi menjaring 2 orang salah menggunakan masker. 

Supaya tidak melanggar lagi, Tim Yustisi memberikan pembinaan serta hukuman fisik berupa push up di tempat. 

Dalam upaya menekan penularan covid 19 Sayoga mengaku pihaknya membagi stafnya untuk melakukan  penertiban secara mobiling,  dimana kegiatan secara mobiling dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar bersama dengan Tim dari Polresta Denpasar,

Kodim 1611 Badung dan Dishub Kota Denpasar, bergerak dari Polresta Denpasar menuju Jalan Gunung Sanghyang, Jalan Gunung Agung,  Jalan Setiabudi, Jalan Sutomo,

Jalan Gajah Mada. Selajn itu tim juga menggelar poenertiban secara Stationer di Lapangan Puputan Badung, Jalan Surapati, Jalan Letda Md Putra, Jalan Letda Reta, Jalan Cok Tresna, Jalan Moh Yamin,  Jalan Raya Renon.

Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan penertiban di tempat umum lainnya seperti di Jalan Hang Tuah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Pantai Matahari Terbit,  Jalan By Pass Ngr Rai,  Jalan Raya Renon, Lapangan Renon, Jalan

Diponogora, Jalan Hasannudin, Jalan Wahidin, Jalan Gn Agung, kembali ke Polresta. "Dalam kegiatan ini tim melaksanakan calling di sepanjang rute yang dilalui dan membubarkan kerumunan di Areal Lapangan Puputan Badung,  dan Pantai Matahari Terbit," ungkap Sayoga.

Dengan langkah itu dilakukan, Sayoga berharap masyarakat mentaati protokol kesehatan sehingga penularan covid 19 dapat ditekan. (tra)

Kasus Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 50 Orang


BM-NEWS.COM ll DENPASAR lMeski kasus sembuh secara konsisten terus bertambah, kasus positif Covid-19 masih terjadi di Kota Denpasar. Berdasarkan data resmi pada Minggu (19/9) pasien sembuh tercatat bertambah sebanyak 50 orang. Sementara, kasus positif Covid-19 bertambah 37 orang dan kasus meninggal dunia  bertambah 4 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. 

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 37.079 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 35.328 orang  (95,28) persen), meninggal dunia sebanyak 937 orang (2,52 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 814 orang (2,20 persen).

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam  beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (Hms/tra).

Percepat Cakupan, Kelurahan Panjer Gelar Vaksinasi Massal


BM-NEWS.COM ll DENPASAR lGuna mempercepat cakupan vaksinasi serta mengoptimalkan penanganan pandemi covid-19 di Kota Denpasar, seluruh desa/kelurahan gencar melaksanakan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat. Kali ini Kelurahan Panjer yang  melaksanakan vaksinasi dosis kedua yang dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Panjer, pada Minggu (19/9).

Lurah Panjer Made Suryanata saat dikonfirmasi mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan kali ini merupakan vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi ini menyasar seluruh masyarakat dari 9 Lingkungan di wilayah Kelurahan Panjer

Lebih lanjut dikatakannya, vaksinasi yang menyasar sebanyak 440 orang, dengan jenis vaksin yang diberikan yakni jenis Astrazeneca, dan dengan syarat sudah melaksanakan vaksin tahap pertama. 

"Antusias warga sangat tinggi, setiap Vaksin dilaksanakan selalu dihadiri oleh warga yang membludak dimana sasaran awal hari ini sebanyak 385 orang  tetapi ketika pelaksanaan vaksinasi dilayani sebanyak 440 orang," ungkapnya

Selebihnya Made Suryanata berharap, semua masyarakat di Kota Denpasar dan khususnya di Kelurahan Panjer ini agar dapat bekerjasama dalam mensukseskan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Dan setelah melaksanakan vaksinasi dosis kedua ini, diharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjaga kesehatan sehingga dapat menunjang penurunan kasus penyebaran virus covid-19," katanya (tra)


Pemerintah dan Mal Pelayanan PublikTerapkan Aplikasi PeduliLindungi


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Senin, 20 September 2021 besok kantor pemerintah yang ada di lingkungan Pemkot Denpasar mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Beberapa barcode sudah terpasang di beberapa kantor pemerintah di Pemkot Denpasar salah satunya di Kantor Wali Kota Denpasar.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan penerapan aplikasi ini juga diterapkan di kantor desa/kelurahan hingga ke kantor Wali Kota Denpasar.

Tak hanya itu, Mal Pelayanan Publik Sewakadharma Lumintang juga menerapkan aplikasi ini.

“Mulai besok kami di Denpasar menerapkan aplikasi PeduliLindungi, ini berlaku dari Kantor Desa/Lurah hingga Mal Pelayanan Publik di Lumintang,” katanya, Minggu 19 September 2021.

Namun Dewa Rai menambahkan, untuk besok ada beberapa kantor yang belum bisa menerapkan aplikasi ini.

Hal ini dikarenakan belum semua kantor mendapat QR Code PeduliLindungi ini.

“Tapi yang pasti untuk Kantor Wali Kota, Mal Pelayanan Publik Sewakadharma dan beberapa kantor besok sudah menerapkan, dan memang ada beberapa yang belum karena usulan QR Code-nya belum turun,” katanya.

Dewa Rai mengatakan penggunaan aplikasi ini berlaku bagi pegawai maupun pengunjung yang masuk perkantoran.

Ini juga berlaku bagi masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan ataupun dokumen lainnya di Sewakadharma Lumintang.

“Mau tidak mau semua nanti harus menerapkan, karena ini akan jadi suatu hal yang wajib dalam upaya pengendalian Covid-19. Dengan aplikasi ini akan membatasi pengunjung yang datang ke kantor, termasuk bagaimana status kesehatan orang tersebut, apakah OTG, sudah divaksin  atau bagaimana,” imbuhnya.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi ini karena tak hanya digunakan saat ke kantor pemerintahan, namun juga ke hotel, mal, objek wisata, termasuk perjalanan melalui bandara dan pelabuhan.

Penerapan aplikasi ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2021 tentang Penguatan Protokol Kesehatan dalam Tata Kelola Instansi Pemerintah dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. (,Tra).

Hanya Tersisa 3 dari 11 Tempat Isoter di Denpasar, Tingkat Huniannya 34,17 Persen


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Tempat isolasi terpusat (Isoter) untuk OTG/GR di Kota Denpasar terus berkurang.

Dimana kini hanya tinggal tiga tempat Isoter yang ketiganya berada di wilayah Sanur, Denpasar.

Ketiga tempat Isoter yang masih beroperasi ini yakni Wisma Werdhapura   serta dua hotel yang berada di kawasan Sanur.

“Tempat Isoter di Denpasar masih tersisa tiga. Dulu ada 11 tempat, kini sebanyak 8 tempat sudah kami tutup,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dihubungi, Minggu 19 September 2021 siang.

Menurut Dewa Rai, berkurangnya tempat Isoter ini dikarenakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 harian di Denpasar sudah berkurang.

“Yang awalnya sampai tiga digit, sekarang tinggal dua digit. Kasusnya sudah menurun, sementara kesembuhan terus meningkat,” kata Dewa Rai

Dengan tiga tempat Isoter tersebut, jumlah bed yang tersedia yakni 679 bed.

Dimana yang terpakai saat ini sebanyak 232 bed atau 34,17 persen, sehingga sebanyak 447 bed kosong.

Adapun rincian dan kapasitas dari masing-masing tempat Isoter tersebut yakni Wisma Werdhapura memiliki kapasitas sebanyak 85 bed, dimana yang terisi hanya 3 bed.

Hotel di Sanur dengan kapasitas 350 bed, yang terisi hanya 162 bed.

Dan satu hotel di Sanur lagi dengan kapasitas 244 bed, kini hanya terisi 232 bed.

Dewa Rai mengatakan nantinya jika pasien yang menjalani Isoter di Werdhapura Village sudah habis, maka isolasi akan dipusatkan di dua hotel saja.

Hotel tersebut dipilih sebagai pusat Isoter karena memiliki kapasitas bed yang banyak.

Selain itu, juga akan mengurangi persebaran petugas baik dari petugas medis, Satpol PP, dan BPBD.

“Akan ada dua hotel yang kami jadikan tempat Isoter nanti dan keduanya berada di wilayah Sanur,” katanya.

Untuk diketahui, saat terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, Kota Denpasar memiliki 11 tempat Isoter.

Kesebelas tempat Isoter tersebut yakni Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, satu Hotel di Jalan Veteran, satu hotel di Kuta.

Juga di satu hotel di Desa Sidakarya, Werdhapura Sanur, tiga hotel di Jalan Cokroaminoto, serta dua hotel di Sanur. (tra).

 

 

0 Comments

Leave a comment

Kode Acak