Info Terkini Seputar Vaksinasi, Prokes, Paripurna, WNA dan Covid-19

Kelurahan Ubung Laksanakan Vaksinasi Massal Dosis Kedua


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Kelurahan Ubung laksanakan vaksinasi covid-19 dosis kedua yang dilaksanakan di Mansion Transport Jalan Pidada 3, Lingkungan Tengah, Kelurahan Ubung, Selasa (14/9) kemarin. Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan salah satu upaya dalam mempercepat cakupan vaksinasi serta mengoptimalkan penanganan Pandemi Covid-19 di Kota Denpasar.

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 dosis kedua kali ini dihadiri Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Putu Carlos Dolesgit dan Lurah Ubung I Wayan Ariyanta.

Lurah Ubung, I Wayan Ariyanta saat dikonfirmasi mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan di Lingkungan Tengah, Kelurahan Ubung kali ini merupakan vaksinasi dosis kedua. "Yang mana vaksinasi ini menyasar seluruh masyarakat di Kelurahan Ubung," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, vaksinasi yang menyasar target sebanyak 372 orang, dengan jenis vaksin yang diberikan yakni jenis Astrazeneca, dan dengan catatan sudah melaksanakan vaksin tahap pertama. 

" Namun kali ini terdapat sebanyak 8 orang yang tidak bisa untuk mengikuti vaksinasi, dikarenakan memiliki riwayat penyakit tertentu atau tidak lolos screning. Sehingga untuk yang tidak lolos mengikuti vaksinasi kali ini kami arahkan ke Puskwsmas  II Denut sehingga dapat mengikuti vaksinasi dosis kedua ini," ujar Wayan Ariyanta.

Selebihnya I Wayan Ariyanta berharap, semua masyarakat di Kota Denpasar dan khususnya di Kelurahan Ubung ini agar dapat bekerjasama dalam mensukseskan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah.

"Setelah melaksanakan vaksinasi dosis kedua ini, kita harapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjaga kesehatan sehingga dapat terhindar dari paparan virus dan menekan laju penyebaran virus covid 19 yang lebih meluas,"pungkasnya. (Tra).

Rotary Club Sumbangkan 700 Cup Loloh Imune  Bagi Pasien Covid

BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Sebagai bentuk rasa kepedulian kepada sesama, Rotary Club Kuta  menyumbang  700 Cup Loloh Imune yang diproduksi Agro Learning Centre (ALC) kepada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpusat (isoter) di Kota Denpasar, Selasa (14/9) kemarin.

Bantuan loloh ini diserahkan  langsung  oleh Founder ALC I Nyoman Baskara kepada petugas Satgas yang berjaga di  Isoter yang  berada di kawasan Sanur  Hote dan di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya  Denpasar.

PR Rotary Club of Bali, Kuta Anggi Aruna mengatakan,  kegiatan ini dilakukan dalam upaya Rotary Club of Bali Kuta mendukung kegiatan Agro Learning Center yang membagikan Loloh Immune untuk pasien Covid-19, para tenaga kesehatan, keluarga dan tenaga non-medis di 2 lokasi Isolasi terpusat di Kota Denpasar.

"Inisiatif ini kita ambil sebagai bentuk dukungan dan perhatian bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi, tenaga kesehatan dan tenaga non-medis yang merawat pasien Covid 19.

Selain itu, ramuan loloh  adalah minuman herbal yang diwariskan turun temurun  oleh para leluhur dengan menggunakan rempah-rempah produksi lokal," katanya.

Ia mengaku Loloh Immune yang dibuat ALC mengandung rempah-rempah lokal yang dapat membantu meningkatkan imun seperti Temulawak, Kunyit Emas, Sereh, Kayu Manis, Asam Jawa dan Gula Merah.

"Dengan minum loloh ini diharapkan imun pasien Covid-19, para nakes, keluarga dan tenaga non-medis meningkat," ungkapnya. 

Kata dia, selain itu produksi Loloh juga membantu penyerapan hasil produksi para Petani lokal. Sehingga untuk kegiatan ini tidak hanya diadakan di Denpasar tapi juga di Daerah Badung.

"Mengingat kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam upaya menaikan imun, maka pihaknya berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan tetap berupaya melakukan penggalangan dana untuk mendukung kegiatan ini," terangnya lagi.

Sementara Jubir Satgas Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, sumbangan berupa Loloh Imune ini diharapkan mampu meningkatkan imun para pasien yang sedang menjalani isoter sehingga bisa cepat sembuh.

 ”Kami mengucapkan terima kasih dengan bantuan dari masyarakat untuk ikut bersama sama menangani pandemi Covid-19, dan memang dalam situasi seperti ini diperlukan sikap gotong royong untuk menangani pandemi Covid-19,” ungkal Dewa Rai. (tra,).

PPKM Turun Level, Namun Pelanggar Prokes Masih Ada


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Pemerintah pusat  telah menurunkan  pelaksanaan PPKM di Bali termasuk Denpasar dari level 4 menjadi level 3.  Namun hari pertama pelaksanaan PPKM Level 3 pelanggaran protokol kesehatan masih ditemukan di Kota Denpasar.

Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat melaksanakan Penertiban protokol  PPKM Level 3 di Jalan Pulau Batanta Desa Dauh Puri Kauh Kecamatan Denpasar Barat Selasa (14/9) kemarin.

Lebih lanjut  Sayoga mengatakan, hari pertama pelaksanaan PPKM Level 3  pelanggaran prokes mengalami peningkatan  di banding kemarin. Dari data yang tercatat pelanggar hari ini sebanyak 32 orang.

Dari jumlah itu 23 orang dibina karena salah menggunakan masker dan 12 di denda ditempat karena tidak menggunakan masker. "Dibandingkan data kemarin jumlah hari ini mengalami peningkatan," ungkap Sayoga.

Peningkatan pelanggar menurut Sayoga seharusnya tidak perlu terjadi, jika semua masyarakat taat dan disiplin prokes. "Penurunan level harusnya masyarakat tetap displin Prokes, sehingga kasus covid bisa terus menurun," kata. Sayoga. 

 Untuk menekan penularan covid 19  dan mencegah klaster baru dalam penertiban itu, pihaknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu mentaati protokol kesehatan salah satunya taat menggunakan masker.

Menurutnya, meskipun PPKM sudah turun level, namun virus itu masih ada bahkan akan mengalami peningkatan jika masyarakat tidak taat pada protokol kesehatan.(tra).

Paripurna DPRD Sahkan Ranperda Kota Layak Anak dan Perubahan APBD


Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Wakil Ketua DPRD I Wayan Mariyana Wandhira mengesahkan Ranperda Kota Layak Anak dan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 disahkan menjadi Perda,  dalam penutupan Rapat Paripurna yang berlangsung secara virtual dan kehadiran secara fisik, Selasa (14/9) kemarin.

BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Denpasar yakni Ranperda Kota Layak Anak dan Ranperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 disahkan DPRD Denpasar dalam penutupan Rapat Paripurna yang digelar secara virtual dan kehadiran fisik, Selasa (14/9). Kemarin.

Penutupan Rapat Paripurna Ke-20 Masa Persidangan III dengan agenda pemandangan dan pendapat akhir Fraksi-fraksi DPRD Denpasar yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira. 

Hadir secara fisik Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, dan ketua komisi DPRD Denpasar.

Secara virtual juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Denpasar serta pimpinan OPD Pemkot Denpasar. 

Dalam pandangan umum lima Fraksi DPRD Denpasar menyetujui Ranperda Kota Layak Anak menjadi Perda Kota Denpasar.

Disamping itu juga menyetujui Ranperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 menjadi Perda. Dimana dalam rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 terjadi defisit sebesar Rp. 312,80 Milyar lebih  bertambah sebesar Rp. 212,80 Milyar lebih dari sebelum perubahan sebesar Rp. 100 Milyar. 

Menyetujui rencana defisit akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari perkiraan silpa Tahun 2020 sebesar Rp.  312,80 Milyar lebih. 

Pandangan umum dan pendapat akhir Fraksi diawali dari Fraksi Nasdem dan PSI yang dibacakan Emiliana Sri Wahjuni yang  menyetujui Ranperda Kota Denpasar tentang Kota Layak Anak dan Ranperda Tentang Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah Kota Denpasar Tahun Anggaran2021 untuk dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). 

Pandangan umum kedua dari Fraksi Gerindra yang dibacakan I Kompyang Gede menyetujui dua Ranperda untuk dapat ditetapkan menjadi Perda.

Disamping itu mengusulkan dan memberikan saran agar dalam  penerapan Perda Kota Layak Anak harus membentuk tim yang melibatkan unsur instansi terkait. Sementara perubahan APBD 2021 bisa diarahkan fokus pada fungsi prioritas pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan infrastruktur. 

Pandangan umum ke tiga disampaikan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Cynthia Febriani menyampaikan bahwa Fraksi PDI Perjuangan berpendapat Ranperda Denpasar Kota Layak Anak dan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 dapat disetujui dan ditetapkan menjadi Perda.

Dari Rancangan Perubahan APBD Kota Denpasar Tahun 2021 Fraksi PDI Perjuangan menyadari bahwa adanya penurunan dari pos-pos pendapatan khusunya dari pajak daerah yang tidak terlepas dari kondisi pandemi saat ini.

"Oleh karena itu kami berharap semua pihak ikut bersama-sama mendukung upaya pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 dengan mematuhi anjuran pemerintah dan prokes sehingga kita bisa keluar dari situasi pandemi saat ini," katanya.

Pandangan umum  dari Fraksi Partai Demokrat yang dibacakan A.A Gede Putra Ariewangsa juga menerima dan menyetujui Ranperda Kota Layak Anak dan Ranperda Tentang Perubahan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 untuk dapat ditetapkan menjadi Perda sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku.

Penyampaian usul dan saran dalam usaha meningkatkan perekonomian daerah dalam menghadapi tantangan pemulihan perekonomian akibat gempuran Covid-19 dibutuhkan kebijakan Pemkot Denpasar berupa stimulus perekonomian khususnya pemberdayaan dan perlindungan sektor usaha. 

Sementara pendapat akhir Fraksi Partai Golkar dibacakan I Wayan Suwirya yang menyampaikan bahwa Fraksi Golkar dapat menyetujui Ranperda Kota Layak Anak dan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 dapat ditetapkan menjadi Perda. 

Sementara Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya dan ucapan terima kasih kepada Pimpinan dan Segenap Anggota Dewan yang terhormat atas kesungguhan, kerja keras dan kerjasamanya.

Sehingga Rancangan Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Kota Layak Anak serta Rancangan Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Perubahan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 dapat disepakati.

"Kerjasama ini perlu secara terus menerus kita jaga, kita menyadari bahwa tugas-tugas penyelenggaraan umum pemerintahan dimasa pandemi saat ini maupun yang akan datang jauh lebih berat.

Untuk itu kerjasama tersebut merupakan dasar dan komitmen kita bersama untuk secara berkesinambungan melaksanakan program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah kita rencanakan," ujar Jaya Negara. 

Mengingat dalam pendapat akhir fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul/saran maupun komentar, maka terhadap hal-hal tersebut akan menjadi perhatian kami untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai urgensi dan manfaatnya.

Tetapi juga harus dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (Pur/tra)

Jadi Pemimpin di Masa Pandemi, Harus Punya Spirit Melayani


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Kepala Kejari Denpasar, Yuliana Sagala mengundang Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menjadi bintang tamu perdana dalam Podcast di kantor Kejaksaan Negeri Denpasar, Selasa (14/9) kemarin.

Podcast berjalan dengan ringan  dan saling mengajukan pertanyaan. Yuliana Sagala mengajukan pertanyaan kepada IGN Jaya Negara tentang tantangan yang dihadapi ketika menjadi Walikota di tengah pandemi Covid-19. 

“Tentu tidak mudah, tapi perlu digaris bawahi pandemi tidak menjadi kendala bagi kami dalam melakukan pelayanan publik.

Dari awal spirit kami adalah melayani masyarakat dengan pengabdian dan pelayanan tulus sebagaimana motto  kami yakni  Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban,” ujar IGN Jaya Negara

Yuliana Sagala mengajukan pertanyaan kembali, pada saat PPKM Darurat ditetapkan banyak masyarakat yang mengadu kesulitan berjualan karena waktu berjualan dibatasi sampai jam 20.00 dan tidak boleh makan ditempat, kemudian kebijakan yang diambil pemerintah kota Denpasar. 

IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa ada beberapa kebijakan yang telah kami ambil. Pertama, mendorong terus vaksinasi untuk mencapai herd immunity,

Kedua, menyediakan Isolasi terpusat untuk mempercepat penanganan, Ketiga meminta seluruh OPD untuk membantu perekonomian masyarakat dengan cara berbelanja di UMKM yqng ada di masing masing Desa dan Kelurahan di Kota Denpasar.  

IGN Jaya Negara menambahkan, dengan komitmen yang telah dilakukan tersebut, astungkara Denpasar saat ini telah ditetapkan PPKM Level 3. Oleh karena itu, kami tidak akan berhenti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

IGN Jaya Negara balik memberikan pertanyaan kepada Yuliana Sagala tentang tantangan menjadi Kajari Denpasar. 

“Sebelum saya menjadi Kajari Denpasar, saya sudah mencintai Bali terutama lingkungan dan budaya Bali. Kami dari Kajari Denpasar akan selalu berupaya membantu Pemkot Denpasar baik dalam pendampingan hukum maupun penegakan hukum,” ujar Yuliana Sagala

Pada Akhir Podcast, GN Jaya Negara memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Denpasar yang telah bekerjasama dengan Pemkot Denpasar dalam pelaksanaan PPKM,

Vaksinasi, pemberian sembako dan penegakan hukum. "Kerjasama yang baik ini harus terus kita jalin demi optimalisasi pelayanan masyarakat," pungkas Jaya Negara.(tra)

Wujudkan Taat bagi WNA, Kesbangpol Lakukan Pendataan Terpadu


BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan pendataan terhadap WNA yang tinggal di Denpasar.

Hal ini dilakukan guna mewujudkan taat adiministrasi bagi WNA yang menetap dalam jangka waktu yang lama di Denpasar, Selasa (14/9) kemarin.

Monitoring dan pengawasan WNA dengan melibatkan tim gabungan dari unsur Imigrasi, Kepolisian, BIN, Dinas Tenaga Kerja dipimpin Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Kesbangpol Kota Denpasar Gusti Ngurah Gde Arisudana. 

Ditemui disela sela monitoring Arisudana mengatakan pihaknya terus aktif melakukan monitoring dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) yang ada di Kota Denpasar. Monitoring diawali dengan melakukan pendataan jumlah WNA di kelurahan Sanur.

Gusti Ngurah Gde Arisudana menyampaikan dalam rangka menjamin keamanan, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat keberadaan orang asing dan organisasi masyarakat asing di wilayah Indonesia dipandang perlu dilakukan pemantauan secara terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan.

Arisudana menambahkan, keberadaan WNA di Kota Denpasar tidak semuanya disiplin mentaati aturan. Untuk itu pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu mulai dari Imigrasi, kepolisian, Dinas Capil, BIN, Dinas Perijinan, Dinas Tenaga Kerja dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam Permendagari dan SK Wali Kota. Selain itu juga mengacu pada UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian. 

“Monitoring WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan WNA. Adapun pengumpulan data dimulai dari kepala lingkungan kemudian disampaikan ke kelurahan lalu ke Dinas Pencatatan Sipil dan Kesbangpol,” ujar Arisudana.

Setelah proses pendataan, tim gabungan pengawasan WNA akan kembali  turun kelapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan WNA dimaksud memiliki kelengkapan data yang diperlukan seperti, izin tinggal baik itu izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap.

“Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah.

Namundemikian jika ada WNA yang melakukan tindak pidana maka menjadi ranah kepolisian untuk menindaklanjuti.

Rekomendasi dari pemerintah daerah dan kepolisian dapat menjadi rujukan pihak Imigrasi melakukan deportasi bagi WNA yang melakukan tindak pidana,” ujar Arisudana.

I Wayan Sadi dari pihak kelurahan sanur menyampaikan, jumlah WNA pada 2021 di kelurahan sanur berjumlah 571 orang. Dengan sistem pendataan dari kaling kemudian disampaikan ke kelurahan.

Sementara Kepala lingkungan Pasekuta, Nyoman Darma Jaya menambahkan untuk diwilayahnya jumlah WNA sebanyak 48 orang pada tahun 2021. Sampai saat ini pihaknya telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayahnya.

Namun demikian, masih ada WNA yang kurang kooperatif. Sifat ketertutupan WNA yang tidak mau di data, kecuali disaat memerlukan pelayanan administrasi perpanjangan ijin tinggal maupun keperluan yang lainnya sebagai kendala yang sering dihadapi dilapangan. (tra).

Update Covid-19 Denpasar, Kasus Sembuh di Angka 160 Orang


Juru Bicara Satgas  Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

BM-NEWS.COM ll DENPASAR l Kota Denpasar kembali mencatatkan penambahan kasus sembuh yabg melampaui penambahan kasus positif Covid-19.

Berdasarkan data resmi pasien sembuh tercatat bertambah sebanyak 149 orang. Sementara, kasus meninggal dunia  bertambah 4 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah 67 orang, Selasa (14/9) kemarin.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun, namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. 

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama dan menggambarkan tantangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen.

Sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif tercatat 36.859  kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 34.934 orang  (94,77) persen).

Meninggal dunia sebanyak 909 orang (2,47 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.016 orang (2,76 persen).

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat.

Jadiintinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi. Dalam  beberapa minggu terakhir kasus mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (Hms/tra).



0 Comments

Leave a comment

Kode Acak